Selain sapaan yang khas dan akrab, bahasa Dayak Uud Danum dialek Dohoi juga memiliki sistem kata tanya yang unik dan kaya makna. Kata tanya ini digunakan dalam berbagai situasi untuk menggali informasi, mengekspresikan rasa ingin tahu, dan tentu saja — mempererat komunikasi sosial dalam komunitas.
Berikut adalah beberapa kata tanya dalam bahasa Dohoi yang umum digunakan:
| Bahasa Dohoi | Arti dalam Bahasa Indonesia | Contoh Penggunaan |
|---|---|---|
| Inon | Apa | Inon ituh? → Apa itu? |
| Ngombai | Kenapa | Ngombai ko’ nangih? → Kenapa kamu menangis? |
| Aro’ inon | Ada apa | Aro’ inon nuq anai? → Ada apa di sana? |
| Nuq amoh | Di mana | Nuq amoh iyoq mocon? → Di mana dia tinggal? |
| Inon / Non / Boh ko’lo | Bagaimana | Non ko’lo pu’luh a? → Bagaimana cara memasaknya? |
| Iyai | Siapa | Iyai ko’ rih? → Siapa kamu? |
Mengapa Kata Tanya Itu Penting?
Dalam budaya Dayak Uud Danum, kemampuan bertanya bukan hanya soal menggali informasi, tapi juga:
-
Menunjukkan keingintahuan yang sopan,
-
Menjalin komunikasi dua arah, dan
-
Menghormati pengetahuan orang lain.
Dengan kata lain, bertanya adalah cara menyambung rasa dan pikiran antarwarga dalam masyarakat.
Pelestarian Lewat Penggunaan Sehari-hari
Mengetahui dan menggunakan kata tanya dalam bahasa ibu seperti Dohoi bukan hanya soal linguistik, tapi juga bagian dari pelestarian budaya. Anak-anak dan remaja yang terbiasa menggunakan kata-kata ini akan lebih mudah terhubung dengan identitas lokal mereka, dan menjadi agen pewaris budaya di masa depan.
Menjaga Bahasa, Menjaga Jati Diri
Kata tanya seperti inon, ngombai, atau nuq amoh bukan hanya alat untuk bertanya, melainkan bagian dari cara pandang masyarakat Dayak terhadap dunia di sekitarnya. Dengan terus menggunakan dan mengajarkannya, kita ikut menjaga agar bahasa Dohoi tetap hidup dan bermakna di tengah arus perubahan zaman.



