Dalam kehidupan sehari-hari, bertanya arah adalah hal yang wajar, apalagi di pedesaan atau hutan Kalimantan di mana sungai menjadi pusat aktivitas. Sungai bukan hanya sumber air, tapi juga jalur transportasi dan tempat mencari ikan. Artikel ini menghadirkan contoh percakapan sederhana menanyakan arah jalan ke sungai, dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Dayak Uud Danum dialek Dohoi.
Contoh Percakapan
Versi Bahasa Indonesia:
A: Permisi, boleh tanya? Sungai ada di mana?
B: Oh, sungainya ada di sebelah kiri jalan raya
A: Kalau dari sini, jalannya bagaimana?
B: Ikuti jalan ini, lalu belok kiri. Nanti akan sampai di tepi sungai.
A: Terima kasih banyak!
B: Sama-sama, hati-hati di jalan.
Versi Dayak Uud Danum (Dialek Dohoi):
A: Poromisik, tou’ ngisoq? sungoi unuq amoh?
B: Oh, sungoi aroq unuq hi’laq komuloi ja’lan hajoq.
A: Ngindoi tahkan ohtoi, buah ja’lan umoh?
B: Ngohasuq ja’lan tuh kiaq, kawun ngomuloi, nain dahpot noh kovang sungoi.
A: Taharang tongaq bah!
B: Havoi-havoi noh, tou’-tou’ i unuq ja’lan.
Percakapan singkat ini menunjukkan betapa pentingnya kemampuan menanyakan arah, terutama ketika berada di wilayah pedalaman. Dengan bahasa sederhana, kita bisa bertanya dan memberi petunjuk jalan. Dalam Bahasa Dohoi, kata “sungoi” berarti sungai, yang menjadi pusat kehidupan masyarakat. Melestarikan percakapan sehari-hari seperti ini membantu kita menjaga warisan budaya dan memperkuat ikatan dengan alam sekitar.



