Gotong royong adalah salah satu nilai luhur yang dijaga oleh masyarakat Dayak. Salah satu bentuk gotong royong yang masih hidup hingga kini adalah bersama-sama menanam padi di ladang. Selain mempercepat pekerjaan, kegiatan ini juga mempererat persaudaraan. Berikut contoh percakapan sederhana tentang ajakan gotong royong, ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Dayak Uud Danum dialek Dohoi.
Contoh Percakapan
Versi Bahasa Indonesia:
A: Besok kita pergi gotong royong menanam padi di ladang. Kamu ikut, kan?
B: Iya, tentu ikut. Jam berapa kita mulai?
A: Kita mulai pagi jam tujuh, supaya tidak kepanasan.
B: Baik, nanti saya bawa alat tanam.
A: Terima kasih, kalau bersama pasti cepat selesai.
B: Betul, gotong royong bikin pekerjaan jadi ringan dan menyenangkan.
Versi Dayak Uud Danum (Dialek Dohoi):
A: Hondo havun ihtok tu’laq ngandop nuhkan nuq umoq nai bah. Ihkoq umbaq beh?
B: Yoq, ahkuq umbaq kak, Jam piraq toq tohka’?
A: Ihtoq tohka’ jam pihtu’ ngohkois, ahkai yam da’lo totang ondo.
B: Yoq, nain kuq ngonin tuhkan.
A: Taharang tonga’ noh, ngindoi handop tuh rih pohois umbot.
B: Tuuq, handop nguan gawin korejaq toq mohian mohinai.
Gotong royong menanam padi bukan hanya soal kerja bersama di ladang, tetapi juga simbol persaudaraan, solidaritas, dan cinta tanah. Dalam Bahasa Dohoi, kata handop berarti gotong royong, yang mencerminkan semangat kebersamaan. Percakapan sederhana ini bisa menjadi media belajar sekaligus pengingat bahwa budaya gotong royong adalah kekuatan utama dalam kehidupan masyarakat Dayak.



