Sebutan Adik dan Kakak dalam Bahasa Uud Danum Dialek Dohoi

Mengenal Sapaan Kekeluargaan dalam Budaya Dayak Uud Danum

Dalam masyarakat Dayak Uud Danum di Kalimantan Barat, khususnya yang menggunakan dialek Dohoi di wilayah Serawai dan Ambalau (Kabupaten Sintang), hubungan kekeluargaan sangat dijunjung tinggi. Salah satu wujudnya tampak dalam sebutan untuk adik dan kakak yang digunakan sehari-hari.

Sebutan ini bukan hanya menunjukkan hubungan umur atau lahir lebih dulu, tapi juga menjadi bentuk penghormatan dan keakraban antar anggota keluarga.

🧒 Adik = Ariq

Kata Ariq digunakan untuk menyebut adik kandung atau orang yang lebih muda.
Contoh penggunaan:

“unuq amoh ariq mu’ borasaq?”
(dimana adikmu main?)

🧑‍🦱 Kakak = Okaq/oka’

Kata Okaq/oka’ digunakan untuk menyebut kakak kandung, baik laki-laki maupun perempuan.
Contoh penggunaan:

“Oka’ kuq honong mu’luh nu’ avuk nai.”
(Kakak saya sedang masak di dapur.)

Lebih dari Sekadar Panggilan

Sebutan Ariq dan Okaq tidak hanya dipakai dalam lingkungan keluarga inti, tetapi juga sering digunakan di komunitas untuk menyapa orang yang lebih muda atau lebih tua secara sopan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Dayak Dohoi menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan rasa hormat, bahkan di luar hubungan darah.

Menggunakan sebutan yang tepat bukan hanya menunjukkan kefasihan berbahasa, tetapi juga mencerminkan pemahaman budaya dan rasa hormat dalam komunikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *