Menyambut Tamu dengan Hangat ala Dayak Uud Danum
Dalam budaya Dayak Uud Danum, khususnya penutur dialek Dohoi di Kalimantan Barat, nilai-nilai kekeluargaan dan keterbukaan sangat dijunjung tinggi. Salah satu bentuknya tampak dalam cara mereka mengundang atau menawarkan seseorang untuk singgah ke rumah.
Mengajak orang bertamu bukan sekadar formalitas, tapi juga bagian dari keramahan dan semangat gotong royong masyarakat adat.
🏡 Ungkapan Umum Menawarkan Singgah
Beberapa ungkapan yang biasa digunakan antara lain:
✅ “Tul’iq ho’luq nuh lohpo poh.”
Artinya: Singgah di rumah dulu.
Kalimat ini sederhana namun penuh makna ajakan dan keakraban.
✅ “nyo’long kia’ nokuq lohpo ho’luq.”
Artinya: Masuk ke rumah saja dulu.
Digunakan saat seseorang lewat atau bertemu di jalan.
✅ “ayu’, nokuq lovuq anai.”
Artinya: Ayo, rumah saya di sana.
Ungkapan ini biasa digunakan sambil menunjuk arah rumah.
🌿 Makna di Balik Ajakan Singgah
Dalam masyarakat Dayak Dohoi:
-
Menawarkan singgah adalah bentuk sambutan hangat kepada tamu.
-
Tidak mengenal tamu jauh atau dekat — semua disambut dengan hormat dan ramah.
-
Bertamu sering diikuti dengan suguhan kopi, sirih pinang, atau makanan sederhana, sebagai simbol penerimaan dan persaudaraan.
✨ Kesimpulan
Mengajak orang singgah bukan hanya soal tempat, tapi soal membuka hati dan rumah. Inilah nilai luhur yang hidup dalam bahasa dan budaya Dayak Uud Danum.



